Sunday, 28 September 2014

Pintu?

Temen aku jawab gini pas aku tanya pendapatnya, “Lebih ga enak kalo kita yang gatau apa-apa sedangkan semua orang tau tentang hal itu, daripada kita mengetahui suatu hal sendirian.”
Tuhan Maha Adil, Ia memberikan yang terbaik untuk makhluknya walau kadang makhluknya mengeluh atas apa yang diberikan kepadanya.
Tapi kali ini sedang ada dalam dua kondisi itu. Menurutku, aku pun sekarang sedang ada di masa dimana aku sedang moody- tidak bisa mengontrol mood- emosional maybe. Emotional not only means as negative thing (mad), but also can be positive thing (silent).
Untuk urusan yang hanya menyangkut antara aku dan seseorang. Dia pernah bilang kalau dia lebih memilih memasuki pintu yang telah terbuka dibanding pintu yang masih tertutup dan harus mengetuknya dulu.Peluang yang didapatkan memang lebih besar dan lebih mudah karena Ia tidak akan mendapatkan penolakan atau rasa yang tidak dia inginkan. Bila harus mengetuk dulu, belum tentu orang yang ada di dalam pintu itu mau membukakan pintu untuknya, bisa jadi Ia harus menunggu lama untuk dibukakan, atau bahkan menunggu tanpa hasil. Terserah kalian yang membaca ingin memilih yang mana. Tetapi masalahnya hanya aku yang mengetahui sifatnya ini, tak seorangpun menyadari atau bahkan sekedar melihatnya.
Setiap orang mempunyai pintunya masing-masing, dan hak orang itu atas pintunya masing-masing. Tipe-tipe pintu menurut saya:
1.      Selalu membuka kunci dan pintunya lebar-lebar
2.      Selalu membuka kunci dan membukanya setengah
3.      Selalu membuka kunci tetapi tetap menutup pintunya (hanya membuka pintu jika ada yang mau masuk)
4.      Selalu mengkunci pintu (membuka kunci dan pintunya hanya jika ada yang mau masuk)
5.      Selalu menghiraukan orang-orang maka sama sekali tidak pernah berusaha untuk membuka pintu dan bahkan kuncinya sekalipun.
                   

Ohiya untuk yang masalah kedua, it’s better I not though u and u can imajine by urself.

No comments:

Post a Comment