Thursday, 24 March 2011

Aturan mama.. kenapa enggak ?


Paling pusing kalau dengar segala peraturan dari mama. Harus ini harus itu, nggak boleh ini nggak boleh itu. Duh, rasanya hidup serasa dikekang, deh! Eits, jangan langsung menuduh mama seperti itu. Kalau dipikir lagi, aturan mama itu pasti ada benarnya, kok. Tugas kita adalah mencerna setiap pesan yang mama sampaikan dan menyiasatinya supaya bisa in-line dengan kondisi dan keinginan kita. 


Berikut ini adalah beberapa aturan umum yang biasa diterapkan mama. Yuk, kita cari jalan tengahnya!




“Nggak boleh pulang larut malam!”

Artinya: Mama khawatir dengan keselamatan kita.
How to dealKasih mama perasaan aman saat kita pergi. Caranya, bilang dengan jelas kemana kita pergi, dengan siapa dan pulangnya bagaimana. Sebelum pergi, kompromi dulu sama Mama tentang waktu pulang kita. Misalnya, kita pergi jam 7 malam, berarti baru bisa sampai rumah jam 10 malam dan jangan lupa kemukakan juga alasannya.





“Jangan berteman sama dia, ya. Mama nggak suka.”

Artinya: Bisa jadi, mama belum kenal dengan teman kita itu. 
How to dealTak kenal maka tak sayang. So, sesekali ajak teman kita itu main ke rumah dan kenalkan ke mama dan papa. Selain itu, selipkan obrolan tentang teman kita ini, saat mengobrol sama mama. Misalnya cerita kenapa kita klik sama dia, apa sifat baik dia yang kita suka, dan manfaatnya kita berteman sama dia.



“Pakai baju yang tertutup dong, kalau kemana-mana.”

Artinya: Apalagi kalau bukan buat menjaga diri kita sendiri? Mulai dari sopan santun, imej, sampai nama baik orang tua.
How to dealKali ini, apa yang mama bilang memang 100% benar adanya. Tapi, kalau kita tetap kekeuh memakai baju itu, kita mesti pintar memadukannya supaya tetap keren. Contohnya, tambahkan opaque saat kita sedang memakai hotpants atau rok mini. Atau, lapisi tank top kita dengan kemeja longgar tipis supaya nggak terlalu terbuka.




Kamu jangan pacaran dulu, ya.”

Artinya: Mama takut kita nggak bisa membagi konsentrasi antara pacaran, sekolah, dan keluarga.
How to dealBerhubung ini adalah masalah perasaan, ajak mama ngobrol dari hati ke hati, tentang alasan jelas kenapa mama melarang kita. Nah, kalau suasana sudah mencair, ajukan solusi untuk mengenalkan cowok yang sedang dekat ini ke rumah. Ceritakan juga tentang latar belakang cowok ini. Jangan lupa, buktikan ke mama, kalau pacaran nggak membuat kita lupa diri dan lupa tanggung jawab. Intinya, sebisa mungkin, tempatkan rasa aman dan percaya  mama, di prioritas utama kita.





source : MAJALAH GADIS



No comments:

Post a Comment